Mengapa Kita Harus Berdoa? “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” ﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ﴾ (QS. Ghafir: 60) Pendahuluan Di antara jutaan langkah kaki yang pernah kita tempuh, satu langkah yang paling jujur adalah saat lutut menyentuh bumi dan hati menghadap langit. Banyak orang bertanya, “Kalau Allah Maha Tahu segalanya, kenapa kita masih harus berdoa?” Dan yang lain mungkin bertanya, “Apa gunanya doa kalau kenyataannya hidupku tetap begini-begini saja?” Tapi sesungguhnya, pertanyaan itu terbalik. Bukan apa gunanya doa , tapi apa jadinya hidup ini jika tanpa doa? Tanpa doa, hati mudah beku. Tanpa doa, hidup terasa kering. Tanpa doa, kita seperti perahu tanpa jangkar—mudah terseret badai tanpa arah. Doa: Bukan Sekadar Permintaan Berdoa bukan sekadar meminta sesuatu kepada Allah. Berdoa adalah pengakuan atas kelemahan, penerimaan atas kehendak-Nya, dan kerinduan untuk lebih dekat kepada-Nya. Dal...
Postingan
SUTRADARA
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bukan pemain, bukan orang yang selalu tampil di depan, bukan juga orang yang selalu dikenal oleh banyak kalangan, namun keberadaannya sangat menentukan jalannya sebuah cerita. Ya, itulah yang dinamakan Sutradara. Dia tidak butuh pujian, dia tidak butuh sanjungan, dan dia juga tidak butuh pengakuan eksistensi, yang dia butuhkan adalah adanya tim yang memiliki soliditas tinggi serta bisa menjalankan buah dari pemikirannya sesuai dengan jalannya cerita. Seorang sutradara terkadang kadang menyepi untuk mencari inspirasi, "cerita apalagi yang dia yakini bisa mengubah peradaban ini".
Koneksi Antar Materi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Koneksi Antar Materi Berikut adalah Panduan Pertanyaan dan jawaban untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri): 1. Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil? Filosofi Pratap Triloka KHD yang dikenal dengan Ing Ngarso Sung Thulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, dan Tut Wuri Handayani , menjadi sangat relevan untuk dijadikan landasan dalam mengambil sebuah keputusan yang bertanggung jawab dan berpihak pada murid. Karena sejatinya seorang guru adalah penuntun yang tugasnya adalah menuntun kodrat anak, baik kodrat alam maupun kodrat zamannya agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Makna kata “Penuntun”, dapat dipahami sebagai “Pemimpin Pembelajaran”, yang berpusat pada murid. Berlandaskan filosofi Pratap Triloka KHD dalam pengambilan keputusan di kelas akan membawa kepada perubahan po...